Dec ‘18

Dua
Kebenaran


Dua kebenaran muncul pada detik itu
Satu dalam gelap, satu dalam terang
Aku menghadap kedua-duanya
Dengan harapan yang pasti
Aku perlu mencari mati

Dua kebenaran muncul sewaktu hidupku
Dalam siang dan malam
Bangunan-bangunan tinggi yang membutakan
Manusia semuanya lelah dan lumpuh
Tak bisa mengangkat beratnya kata-kata
Saat itu kita semua terdesak untuk bermimpi

Dua kebenaran muncul dalam mimpi siangku
Tentang batu itu
Rumusan segala jalan hidupku
Yang taksub dengan kebahagiaan
Dan penderitaan
Semua kenyataan diri yang melampau
Aku impikan semua itu, pada suatu masa dulu

Dua kebenaran muncul dalam mimpi dan impian
Yang menemui mimpi, akan membentuk mimpi
Lalu semua kita bingit menyusun realiti
Semua berkuasa
Kerana semua punya masa
Kerana kita tahu
Yang mati takkan sampai

Dua kebenaran muncul dalam yang tak kesampaian
Beza antara niat dan keinginan
Inginku hidup 800 tahun lagi
Dalam kebahagiaan, kekayaan, kekuasaan
Yang tak terhingga
Ingin ku mati pada saat ini
Tanpa kebahagiaan, kekayaan, kekuasaan
Yang tak terhingga

Dua kebenaran muncul dalam kesedaran
Batas antara manusia dan Tuhan
Ada bahaya dalam kekuasaan
Bila wujudnya diluar kemampuan
Ada kenyataan hidup yang berat
Yang tak mampu diangkat terbang
Oleh manusia yang berlagak Tuhan

Dua kebenaran muncul dalam mimpi malam itu
Tentang suatu bangunan
Tertulis diatasnya huruf-huruf yang patah
Seperti susun namaku
Bangunan itu tinggi
Mendekatinya bisa membutakan
Hanya pada waktu senja ia jelas dalam penglihatan

Dua kebenaran muncul dalam penglihatan
Tentang suatu batu
Terukir diatasnya simbol-simbol yang tak selesai
Seperti perasaan dan pemikiranku
Batu itu tinggi
Mendekatinya hanya bisa sewaktu datang gelap
Bila siang ia seolah-olah hanya mimpi

Dua kebenaran muncul dalam mimpi waktu itu
Manusia tidak mahu lagi mimpi
Semua berlari
Semua berteriak
Semua terdesak
Semua berharap
Untuk mati yang pasti